1. PEMBUATAN BANGUNAN PENGENDALI
JURANG
A. PENDAHULUAN 1.
1. Pengertian Bangunan pengendali
jurang adalah bendungan kecil yang lolos air yang dibuat pada parit-parit
melintang alur parit dengan konstruksi batu, kayu atau bambu.
2.
Tujuan Memperbaiki lahan yang rusak berupa jurang/parit akibat gerusan air
guna mencegah terjadinya jurang/parit yang semakin besar, sehingga erosi dan
sediment terkendali.
3.
Sasaran
a. Lahan dengan kemiringan sampai
dengan 30%
b. Daerah tangkapan air maksimum 10
ha
c. Lebar dan kedalaman
alur/parit/jurang maksimum 3x3 m
d. Panjang alur/parit/jurang sampai
sekitar 250 m
e. Kemiringan alur maksimum 5% B.
B. PERENCANAAN TEKNIS
1. Penyusunan Rancangan Penyusunan
rancangan mengacu kepada RTT yang sesai. Rancangan bangunan pengendali jurang
berisi antara lain :
a. Kondisi/keadaan sosial ekonomi
setempat
b. Kondisi fisik sekitar lokasi
c. Manfaat bangunan pengendali
jurang
d. Bestek/gambar-gambar rancangan
bangunan pengendali jurang
e. Rincian kebutuhan biaya
(Perencanaan, Pelaksanaan, Pemeliharaan tahun berjalan dan Pengawasan)
f. Jadwal pelaksanaan pembuatan
bangunan pengendali jurang.
g. Lembar Sunlaisah
C. PELAKSANAAN
1. Persiapan Lapangan
a. Penyiapan rancangan sebagai
acuan pelaksanaan
b. Pembersihan lapangan
c. Pengukuran kembali (ouitzetting)
dan pematokan
d. Pembuatan profil lapangan
e. Pembuatan barak kerja dan gudang
bahan bangunan
f. Pengadaan bahan dan peralatan
2. Pembuatan Bangunan pengendali
jurang
a. Stabilisasi hulu jurang
dilakukan melalui :
1) pembuatan teras-teras dan
bangunan terjunan dari batu, bambu atau kayu
2) Pelandaian lereng hulu jurang
3) Pembuatan saluran diversi
mengelilingi di atas hulu jurang
b. Stabilisasi tebing jurang
dilakukan melalui :
1) Pelandaian lereng/tebing
2) Perkuatan lereng tebing
c. Stabilisasi dasar Jurang
terhadap bangunan pengendali lolos air dan bangunan pengendali tidak lolos air
3. Organisasi pelaksana Sebagai
pelaksana pembuatan bangunan pengendali jurang adalah kelompok masyarakat setempat
dibawah koordinasi Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan.
4. Tahapan dan Jadwal Kegiatan
Tahapan dalam pelaksanaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang tertuang dalam
rancangan
5. Hasil Kegiatan Bangunan pengendali
jurang yang telah dibangun sesuai rancangan dan setelah selesai masa pemeliharaannya
diserahkan kepada aparat desa setempat dengan berita acara penyerahan.
6. Pemeliharaan Pemeliharaan
meliputi perbaikan/penyulaman bagian-bagian yang rusak meliputi : bangunan
utama, stabilitas lereng, saluran disekitar bangunan utama.
Gambar 1. Pengendali Jurang dari Kayu dan Batu
Gambar 2. Pengendali Jurang dari Bambu
2. E M B U N G
A.
PENDAHULUAN
1. Pengertian Embung adalah
bangunan konservasi air berbentuk kolam untuk menampung air hujan dan air
limpasan atau air rembesan dari lahan tadah hujan sebagai cadangan kebutuhan
air pada musim kemarau.
2.
Tujuan dan Manfaat Tujuan daripada pembuatan embung adalah :
a. Menampung dan mengalirkan air pada kolam penampung
b. Cadangan persediaan air untuk
berbagai kebutuhan pada musim kemarau
c. Menekan laju erosi dan
sedimentasi Adapun manfaat daripada pembuatan
embung yaitu persediaan air di musim
kemarau dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan (pertanian, peternakan,
rumah tangga dsb).
3.
Sasaran Lahan-lahan kering dan lahan-lahan tadah hujan pada hulu DAS
a. Bertipe iklim C (5-6 bulan
basah); tipe iklim D (3-4 bulan basah) dan tipe iklim E (<3 bulan basah),
serta daerah kering lainnya yang memerlukan embung.
b. Air tanah sangat dalam atau tidak ada sama sekali
c. Tekstur tanah liat (tidak
permeable) liat berlempung dan lempung liat berdebu.
B. PERENCANAAN TEKNIS
1. Penyusunan Rancangan Rancangan
pembuatan embung berisi antara lain :
a. Kondisi sosial ekonomi
masyarakat setempat
b. Kondisi biofisik (letak dan luas
DAS/Sub DAS, penggunaan lahan, tekstur tanah, formasi batuan, kelerengan,
iklim, hidrologi/curah hujan).
c. Manfaat embung bagi masyarakat
sekitar
d. Bestek/gambar-gambar rancangan
bangunan embung dan letaknya dalam DAS
e. Rincian kebutuhan biaya
(perencanaan, pelaksanaan, peeliharaan tahun berjalan dan pengawasan)
f. Jadwal pelaksanaan pembuatan
g. Lembar Sunlaisah
C.
PELAKSANAAN
1. Persiapan Lapangan
a. Penyiapan rancangan sebagai
panduan pelaksanaan
b. Pengukuran kembali
c. Pematokan tanda letak embung
d. Pengadaan bahan dan alat
2. Pembuatan Embung
a. Penggalian tanah mulai batas
pinggir embung dengan kemiringan tanggul 450 dengan kedalaman 2,5-3 m. Tanggul
dibuat agak tinggi untuk menghindari kotoran yang terbawa air limpasan.
b. Agar dinding embung tidak mudah roboh dan lebih kedap
air, dilakukan pelapisan dengan tanah liat,
batu kapur, semen, plastik atau penembokan dengan semen dan batu.
c. Ukuran/volume embung per unit
mampu menampung air minimal 1000 m
3. Organisasi Pelaksana
Sebagai pelaksana pembuatan embung adalah kelompok masyarakat didampingi Dinas
Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan.
4. Tahapan dan Jadwal Kegiatan
Tahapan dalam pelaksanaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang tertuang
dalam rancangan.
5. Hasil Kegiatan
Bangunan embung yang telah dibuat sesuai rancangan dan setelah selesai masa
pemeliharaan diserahkan kepada aparat desa setempat dengan berita acara
penyerahan untuk dilakukan pengelolaan/pemeliharaan lebih lanjut oleh
kelompoktani. .
6.
Pemeliharaan
Pemeliharaan embung meliputi
a.
pemagaran sementara untuk mencegah gangguan ternak terhadap tanggul embung
lebih parah, pengangkatan endapan lumpur dan perbaikan tanggul yang bocor.
b.
Untuk mengurangi hilangnya air embung karena evaporasi maka dilakukan
pembuatan
1)
Tiang peneduh di atas embung dan ditanami dengan tanaman merambat seperti
kecipir atau markisa.
2)
Tiang penahan angin disamping embung pada sisi datangnya angin dan bisa
ditanam tanaman merambat atau pohon sebagai pengganti tiang.
c. Pemeliharaan dan
pengelolaan embung pasca proyek oleh kelompok masyarakat
Gambar 3. Embung
3. Sumur Resapan Air
A. PENDAHULUAN
1. Pengertian
Bangunan sumur resapan air adalah salah satu rekayasa teknik konservasi air berupa bangunan
yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang berfungsi
sebagai tempat menampung air dan meresapkannya ke dalam tanah.
2. Tujuan
Tujuan bangunan sumur resapan adalah untuk mengurangi aliran permukaan dan
meningkatkan air tanah sebagai upaya untuk mengembalikan dan mengoptimalkan
fungsi/kerja setiap komponen sistem tata air Daerah Aliran Sungai (DAS) sesuai
dengan kapasitasnya.
3. Sasaran
Sasaran lokasi yaitu daerah peresapan air di kawasan budidaya, pemukiman,
pertokoan, industri, sarana dan prasarana olah raga serta fasilitas umum
lainnya.
B.
PERENCANAAN TEKNIS
1.
Penyusunan Rancangan
Rancangan sumur resapan berisi antara lain :
a.
Kondisi/keadaan sosial ekonomi setempat
b.
Kondisi fisik sekitar lokasi
c.
Manfaat sumur resapan
d.
Bestek/gambar-gambar rancangan sumur resapan
e.
Rincian kebutuhan biaya (Perencanaan, Pelaksanaan, Pemeliharaan tahun
berjalan dan Pengawasan)
f.
Jadwal pelaksanaan pembuatan sumur resapan
g. Lembar Sunlaisah
C. PELAKSANAAN
1. Persiapan Lapangan
a. Penyiapan rancangan pembuatan
sumur resapan
b. Pembersihan lapangan
c. Pengukuran daerah tangkapan air
yang airnya akan ditampung dalam sumur.
d. Pemberian tanda tempat talang
dan saluran air, diameter sumur, bak kontrol dan saluran pelimpasan.
2. Pembuatan Sumur resapan
a. Penggalian sumur sesuai ukuran
b. Pembuatan dinding sumur dan bak
kontrol.
c. Pembuatan guludan pembatas
aliran air.
d. Pengisian bahan pelengkap sumur.
e. Penutupan sumur.
3. Organisasi pelaksana
Sebagai pelaksana pembuatan sumur resapan adalah kelompok masyarakat
didampingi Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan.
4.
Tahapan dan Jadwal Kegiatan
Tahapan dalam pelaksanaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang tertuang
dalam rancangan.
5.
Hasil Kegiatan
Sumur resapan yang telah dibangun sesuai rancangan dan setelah selesai masa
pemeliharaannya diserahkan kepada masyarakat/penduduk desa setempat dengan
berita acara penyerahan.
6.
Pemeliharaan
a.
Kegiatan pemeliharaan disesuaikan dengan tipe sumur resapan sehingga kapasitas sumur
maksimal. Pemeliharaan terutama pada pembersihan kotoran/sampah di bak kontrol, saluran pembuangan dan saluran
penampung.
b.
Tahapan, jenis dan ukuran/volume pekerjaan pemeliharaan secara rinci dimuat
dalam rancangan.
Gambar 4. Sumur Resapan Air
4. DAM PENAHAN
A. PENDAHULUAN
1. Pengertian
Dam Penahan adalah bendungan kecil yang lolos air dengan konstruksi bronjong
batu, anyaman ranting atau trucuk bambu/kayu yang dibuat pada alur jurang
dengan tinggi maksimum 4 meter.
2.
Tujuan
a.
Mengendalian endapan dan aliran air permukaan dari daerah tangkapan air
dibagian hulu
b.
Meningkatkan permukaan air tanah di bagian hilirnya.
3.
Sasaran
a.
Daerah kritis dengan kemiringan lereng (15 - 35) %.
b.
Daerah yang sudah diupayakan RLKT tetapi hasilnya belum efektif.
c.
Daerah tangkapan airnya sekitar 30 ha.
d.
Lokasi terletak pada tempat yang stabil.
B.
PERENCANAAN TEKNIS
1.
Penyusunan Rancangan Rancangan mengacu kepada RTT yang sesuai. Rancangan
dam penahan berisi antara lain :
a.
Kondisi/keadaan sosial ekonomi setempat
b.
Kondisi fisik sekitar lokasi
c.
Manfaat dam penahan
d.
Bestek/gambar-gambar rancangan dam penahan
e.
Rincian kebutuhan biaya (Perencanaan, Pelaksanaan, Pemeliharaan tahun
berjalan dan Pengawasan)
f.
Jadwal pelaksanaan pembuatan dam penahan
g. Lembar Sunlaisah
C. PELAKSANAAN
1. Persiapan Lapangan
a. Penyiapan Rancangan
b. Pembersihan lapangan
c. Pengukuran kembali (ouitzetting)
dan pematokan
d. Pembuatan jalan masuk
e. Pembuatan barak kerja dan gudang
bahan bangunan
f. Pengadaan bahan dan peralatan
2. Pembuatan Dam penahan
a. Penganyaman/Pembuatan kawat
bronjong, ranting, trucuk bambu/kayu.
b. Pemasangan bronjong kawat,
anyaman ranting, trucuk bambu/kayu.
c. Pengisian batu kedalam bronjong kawat.
d. Pengikatan kawat bronjong,
anyaman ranting dan bambu/kayu
e. Penguatan tebing
3. Organisasi pelaksana
Sebagai pelaksana pembuatan dam penahan adalah kelompok masyarakat
didampingi Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi Kehutanan.
4. Tahapan dan Jadwal Kegiatan
Tahapan dalam pelaksanaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang tertuang
dalam rancangan
5.
Hasil Kegiatan
6.
Dam penahan yang telah dibangun sesuai rancangan dan setelah selesai masa
pemeliharaannya diserahkan kepada aparat desa setempat dengan berita acara
penyerahan.
7.
Pemeliharaan
Pemeliharaan meliputi perbaikan/penyulaman kawat bronjong, anyaman ranting
dan trucuk bambu/kayu yang putus atau rusak dan pengisian kembali batu kedalam
bronjong kawat serta penguatan dinding tanah disekitar dam penahan.
Gambar 5. Dam Penahan
5. DAM PENGENDALI
A. PENDAHULUAN
1. Pengertian Dam pengendali adalah
bendungan kecil yang dapat menampung air (tidak lolos air) dengan konstruksi
urugan tanah dengan lapisan kedap air atau konstruksi beton (tipe busur) untuk
pengendalian erosi dan aliran permukaan dan dibuat pada alur jurang/sungai
kecil dengan tinggi maksimum 8 meter.
2. Tujuan
a. Mengendalikan endapan/aliran air
yang ada dipermukaan tanah yang berasal dari daerah tangkapan air dibagian
hulunya.
b. Menaikkan permukaan air tanah
sekitarnya.
c. Tempat persediaan air bagi
masyarakat (rumah tangga, irigasi, ternak dan lain-lain).
3. Sasaran
a. Daerah kritis dengan kemiringan
lereng (15 - 35) %, bukan daerah longsor/bergerak atau patahan dengan luas
daerah tangkapan (catchment area) sekitar 100 - 250 ha.
b. Luas genangan : luas daerah
tangkapan air adalah 1 : 50 sampai 1 : 100
c. Mudah mendapatkan bahan-bahan
yang diperlukan. Dalam hal pembangunan dam akan berdampak luas pada daerah
sekitar antara lain keamanan konstruksi dam, luasan genangan air maka perlu melakukan
konsultasi dengan Dinas yang membidangi Pengairan dalam perencanaannya dan
pemerintah pusat. Tidak mengalokasikan ganti rugi bagi tanah yang digunakan
sebagai areal genangan. Apabila genangan tersebut akan dimanfaatkan untuk
keperluan lainnya, seperti wisata, maka perlu melakukan konsultasi dengan Dinas
yang membidanginya.
B. PERENCANAAN TEKNIS
1. Penyusunan Rancangan Penyusunan
rancangan teknis mengacu kepda RTT yang sesuai. Rancangan dam pengendali berisi
antara lain :
a. Kondisi/keadaan sosial ekonomi
setempat
b. Kondisi fisik sekitar lokasi
c. Manfaat dam pengendali
d. Bestek/gambar-gambar rancangan
dam pengendali
e. Rincian kebutuhan biaya
(Perencanaan, Pelaksanaan, Pemeliharaan tahun berjalan dan Pengawasan)
f. Jadwal pelaksanaan pembuatan dam
pengendali
g. Lembar Sunlaisah
C. PELAKSANAAN
1. Persiapan Lapangan
a. Pembersihan lapangan
b. Pengukuran kembali (ouitzetting)
dan pematokan
c. Pembuatan jalan masuk
d. Pembuatan barak kerja dan gudang
bahan bangunan
e. Pengadaan bahan dan peralatan
2. Pembuatan Dam pengendali
a. Pembuatan profil bendungan
b. Pengupasan dan penggalian serta
pemadatan untuk pondasi bangunan
c. Pembuatan lapisan kedap air
d. Pemasangan konstruksi drainase
e. Penimbunan dan pemadatan tanah
tubuh bendungan
f. Pembuatan saluran pengambilan/lokal
dan pintu air
g. Pembuatan bangunan pelimpah
(spillway)
h. Pembuatan bangunan lain untuk
sarana pengelolaan: jembatan spillway, jalan inspeksi
i.
Pemasangan gebalan rumput
3. Organisasi pelaksana
Sebagai pelaksana pembuatan dam pengendali adalah kelompok masyarakat
didampingi Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan.
4. Tahapan dan Jadwal Kegiatan
Tahapan dalam pelaksanaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang tertuang
dalam rancangan. .
5. Hasil Kegiatan
Dam pengendali yang telah dibangun sesuai rancangan dan setelah selesai
masa pemeliharaan diserahkan kepada aparat desa setempat dengan berita acara
penyerahan.
6. Pemeliharaan
a. Pengurugan tanah dan konsolidasi
pada bangunan dam yang rusak atau susut akibat erosi; gangguan ternak/manusia
atau penyebab lain.
b. Penyulaman gebalan rumput yang
kering atau mati.
c. Perbaikan saluran diversi dan
pengerukan lumpur dari dasar saluran air.
d. Tahapan, jenis dan ukuran/volume
pekerjaan pemeliharaan secara rinci dimuat dalam rancangan atau perencanaan
teknis.
No comments:
Post a Comment