13.12.17

pohon perintis hutan pantai cidaun



Pantai termasuk dalam ekosistem pesisir bersama dengan terumbu karang dan lamun.  Kondisi hutan pantai umumnya terbuka, berpasir, dengan ketinggian vegetasi rendah, bersemak.  Hutan pantai tumbuh pada kondisi pasir yang kering, umumnya terhindar dari pasang air laut.
Hutan pantai disebut juga vegetasi litoral yang berkembang di wilayah pasang-surut pesisir berperairan masin dangkal dengan substrat air atau karang.  Vegetasi di perairan dangkal dekat pantai didominasi oleh lamun dan ganggang laut.  Berbeda dengan kondisi pantai kering, terdapat terna (herba) yang didominiasi oleh Ipomoea pes-caprae yang bercampur dengan tumbuhan merayap lainna seperti Canavallia maritima dan Vigna marina.  Terdapat pula rumput Ischaemum muticum dan Spinifex littoreus serta teki-tekian Cyperus pedunculatus (Kartawinata 2013).
Formasi hutan pantai dibedakan berdasarkan spesies vegetasi yang dominan.  Misalnya formasi Pes-caprae yang merujuk pada tumbuhan merambat spesies Ipomoea pes-caprae.  Tumbuhan ini merupakan tipe perambat yang memiliki akar dalam menembus tanah hingga dapat mencapai air tanah.  Tanaman lainnya yang mendominasi adalah keluarga kacang-kacangan (leguminosae), misalnya Canavalia, Vigna, dan spesies keluarga rumput seperti rumput angin Spinifex littoreus, Thuarea involuta, Ischaemum muticum, dan sejenis patikan Euphorbia atoto (Noor et al. 1999, Kartawinata 2013).
Formasi lainnya yaitu Barringtonia yang dinamakan menurut nama pohon Barringtonia asiatica.  Formasi ini juga dihuni oleh pohon-pohon yang tinggi seperti nyamplung Calophyllum inophyllum, pace Morinda citrifolia, kepuh Sterculia foetida, katapang Terminalia catappa, dan waru Hibiscus tiliacus.  Tumbuhan lain yang sering ditemukan adalah pandan Pandanus tectorius.  Menurut Kartawinata (2013) komposisi flosristik hutan pantai seragam di seluruh Indonesia, baik di wilayah iklim basah maupun kering.
Hutan pantai digunakan sebagai tempat saltlick oleh berbagai spesies binatang, khususnya mamalia besar.  Saltlick merupakan aktivitas binatang untuk memperoleh garam mineral untuk memelihara kesimbangan fisiologis cairan tubuhnya.  Beberapa fauna yang sering tercatat berada di hutan pantai adalah rusa, babi hutan, kalong, biawak, dan lutung.
Tahun 2014 di Kabupaten Cianjur tepatnya di pantai Cipanglay Desa Cidamar Kecamatan Cidaun yang dipelopori oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Cianjur yang dibantu oleh kelompok tani Hutan Cidamar Lestari dimulai kegiatan Pembuatan Hutan Pantai yang bertujuan untuk menciptakan suatu ekosistem hutan disekitar pesisir pantai selatan Cianjur.
Pembuatan Hutan Pantai ini sebagai salah satu upaya implementasi Rencana Tindak Pengelolaan Kawasan Lindung di Kabupaten Cianjur. Jenis bibit yang ditanam adalah Cemara Laut (Casuarina equisetifolia), Kelapa (Cocos nucifera), Ketapang (Terminalia catappa), Pandan Laut (Pandanus odorifer), dan Waru (Hibiscus tiliaceus).
Diawal tahun 2015 kondisi tanaman sekitar 90% tumbuh dengan baik, ketika memasuki musim kemarau di bulan Juni samapi dengan akhir bulan September 2015 hampir semua kondisi tanaman mengering dan kondisinya mengkhawatirkan bahkan tidak sedikit yang menjadi mati, hal tersebut diakibatkan oleh kondisi cuaca yang sangat panas. Segala daya dan upaya telah kami laksanakan untuk menyelamatkan tanaman diantaranya dengan minyiram tanaman pada pagi dan sore yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Hutan Cidamar Lestari yang dipercaya untuk memelihara tanaman tersebut, namun upaya tersebut kelihatannya tidak memberikan hasil yang menggembirakan sampai akhirnya tanaman tidak diberikan perlakuan apapun.
Diakhir tahun 2015 setelah musim kemarau berlalu dan memasuki musim penghujan ada secercah harapan hidup dari jenis tanaman cemara laut, tunas-tunas daun mulai muncul pada batang tanaman yang sudah menghitam dan dianggap mati. Semakin sering hujan ternyata hanya jenis tanaman cemara laut yang bias bertahan hidup dari cuaca yang panas walaupun diterpa angina laut lepas Samudra Indonesia dan sewaktu-waktu diterjang oleh ombak besar, cemara laut tetap bertahan hidup dan semakin tumbuh besar serta menghijau daunnya tidak terpengaruh oleh uap air yang mengandung garam. Sebagai upaya bantuan atas Keseriusan Kelompok Tani Hutan Cidamar Lestari dalam memelihara tanaman di akhir tahun 2015 diadakan penyulaman tanaman cemara.
Sampai saat ini populasi tanaman cemara berjumlah 1.500 pohon dengan tinggi sekitar 2 meter dengan ekosistem yang sudah terbentuk sepanjang 2 KM dengan lebar 80 meter kea rah daratan.
Iklim mikro yang sudah terbentuk ini merangsang pertumbuhan tanaman lain dibawah tegakan cemara diantaranya ketapang dan kelapa dan jenis burungpun mulai berdatangan serta fauna pantai lainnya pun mulai melengkapi ekosistem pantai yang baru terbentuk.
Berdasarkan hasil pengalaman yang kami dapatkan selama ± 3 tahun ternyata cemara laut merupakan jenis tanaman yang memiliki daya tahan terhadap cuaca ektrim, oleh sebab itu untuk membentuk ekosistem hutan pantai disarankan sebaiknyan pohon cemara dijadikan sebagai tanaman perintis/pionir.
Adanya ekosistem hutan pantai di Desa Cidamar mulai menarik perhatian masyarakat untuk dijadikan destinasi wisata baru di wilayah pesisir pantai Cianjur. Hamper setiap hari pantai Cipanglay ramai dikunjungi wisatawan local yang ingin menikmati indahnya pantai dan hijauny a cemara laut yang berjajar di sepanjang pantai.

No comments:

Post a Comment

CARA CONFIGURASI TRUCAFFE